Di tengah pusaran disrupsi teknologi Society 5.0 dan tantangan global yang kian kompleks, lembaga pendidikan Islam dihadapkan pada satu pilihan krusial: bertransformasi secara profesional atau tergilas oleh zaman. Manajemen pendidikan Islam bukan lagi sekadar urusan administrasi klerikal di balik meja, melainkan sebuah seni mengorkestrasi potensi umat demi melahirkan kembali kejayaan intelektual yang bersumber dari wahyu.
Buku ini hadir sebagai kompas strategis bagi para akademisi, pengelola yayasan, kepala madrasah, dan praktisi pendidikan dalam menavigasi tata kelola institusi di era digital. Dengan memadukan secara apik teori manajemen modern—mulai dari Total Quality Management (TQM) hingga pemanfaatan Big Data—dengan fondasi teologis dari Al-Qur'an dan Al-Hadis, buku ini menawarkan paradigma baru yang disebut sebagai Manajemen Berbasis Ihsan.
Apa yang akan Anda temukan dalam buku ini?
• Integrasi Teknologi & Spiritualitas: Bagaimana merespons etika Kecerdasan Buatan (AI) dan membangun Smart Campus tanpa kehilangan ruh tarbiyah.
• Kemandirian Finansial: Strategi diversifikasi pendanaan melalui Wakaf Produktif, Sociopreneurship, dan Crowdfunding untuk memutus rantai ketergantungan anggaran.
• Ekosistem Inklusif: Teknik penanaman Moderasi Beragama (Wasathiyyah), mitigasi perundungan (Anti-Bullying), serta pembinaan kesejahteraan psikologis (Student Wellbeing).
• Budaya Mutu: Panduan implementasi SPMI menuju akreditasi unggul dan rekonstruksi lembaga menjadi Center of Excellence yang diakui dunia.
Buku ini adalah undangan untuk keluar dari zona nyaman manajemen tradisional. Ia mengajak kita melakukan rekonstruksi menyeluruh guna memastikan bahwa setiap madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam bukan sekadar produsen ijazah, melainkan rahim pencerahan yang melahirkan generasi Ulul Albab—generasi yang tangannya mahir menguasai teknologi, namun hatinya tetap khusyuk dalam pengabdian kepada Sang Pencipta.